| Human Rights First Mengungkap Kemunduran Besar dalam Masalah HAM di Indonesia:
Laporan Baru untuk Diterbitkan Bersamaan dengan Pertemuan antara Presiden Indonesia dan Presiden Bush, hari Rabu, 25 Mei di Washington, DC
NEW YORK – Sebuah laporan terperinci dari Human Rights First menunjukkan bertambahnya serangan-serangan terhadap pejuang-pejuang hak azasi manusia di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan fokus terhadap masalah terorisme yang selanjutnya juga akan menghambat usaha mereformasi pihak militer. Akibat serangan teroris di kedua negara, pertemuan antara Presiden Bush and Presiden Yudhoyono kemungkinan besar akan membahas usaha memperkuat hubungan militer antara kedua negara untuk menanggulangi terorisme dunia.
“Prioritas pertama seharusnya adalah mereformasi pihak militer yang selama ini sudah terbiasa menggunakan kekerasan tanpa ada pertanggungjawaban,” kata Neil Hicks, Direktur Program Internasional di Human Rights First. “Kita tidak akan dapat menanggulangi terorisme secara efektif tanpa disertai oleh perjuangan untuk menegakkan keadilan.”
Laporan yang berjudul Reformasi and Resistance: Human Rights Defenders and Counterterrorism in Indonesia (Reformasi and Perlawanan: Pejuang Hak Azasi Manusia dan Kontra-terrorisme di Indonesia) mencakup beberapa temuan penting:
- Serangan-serangan terhadap pejuang hak azasi manusia di Indonesia masih terus terjadi – sedikitnya 15 orang telah tewas terbunuh sejak tahun 2000. Pembunuhan Munir, seorang tokoh aktivis, yang tewas diracun pada bulan September 2004 merupakan salah satu bukti utama.
- Undang-undang kontra-terorisme merupakan suatu ancaman yang akan memutarbalikkan hasil-hasil reformasi militer dan hak azasi di Indonesia yang telah dicapai dengan perjuangan cukup berat setelah jatuhnya pemerintahan Soeharto.
- Pembatasan hubungan militer dengan Indonesia, yang ditetapkan oleh Congress berdasarkan pelanggaran HAM di Indonesia di masa lampau, sekarang telah diperlemah oleh pemerintahan Bush dalam suasana pasca-11 September ini. Tindakan ini akan menghapus salah satu dorongan utama bagi reformasi militer di Indonesia.
Human Rights First telah mengirimkan sepucuk surat kepada Presiden Bush dan sepucuk surat lain kepada pimpinan Congress, untuk menyampaikan kekhawatiran dan saran-saran dari organisasi ini tentang pelanggaran HAM di Indonesia.
“Presiden Bush telah berbicara tentang perlunya mendukung mereka yang bekerja demi demokrasi dan hak azasi di seluruh dunia,” tegas Hicks. “Ketika pejuang hak azasi ini mengorbankan nyawa mereka, apakah Presiden Bush akan ingat untuk bersuara atas nama mereka?”
Inilah link ke seluruh laporan Human Rights First, termasuk juga saran-saran rinci: Reformasi and Resistance: Human Rights Defenders and Counterterrorism in Indonesia May 2005.
http://www.humanrightsfirst.org/defenders/hrd_indonesia/reports/reformasi-resist-indonesia-may05.pdf
Link ke surat kepada Presiden Bush
http://www.humanrightsfirst.org/defenders/hrd_indonesia/letters/white-house-let-indonesia-052305.pdf
- 30 -
|